Friday, May 14, 2010

Hujan


Gemericik hujan sore ini membasahi bumi
aroma tanah basah dan angin sejuk yang membelai wajah pucat pasi
ku tertegun memandang indahnya keajaiban alam ini
merasakan basahnya titik air hujan yang menyentuh tubuh dari kepala sampai ke kaki

Dari kecil aku suka sekali kala datang hujan
apalagi saat ibuku berdongeng tentang keajaiban Tuhan yang mendatangkan Hujan
membimbingku mengantung angan-angan setinggi awan
membawaku terbang ke alam dunia khayalan

sore ini hujan kembali datang
kumengintip dibalik jendela dengan penuh kekaguman
lama kelamaan perasaan sedih yang tertelan
seolah bumi menangisi rambutnya yang telah beruban

Hujan apakah kau menangisi dunia ini yang penuh dengan kealpaan
apakah pantas kutangisi diri ini yang penuh dengan kehilafan
apakah kau enggan untuk datang lagi dan membiarkan diri kekeringan
sudah bosankan kau membasahi bumi ini yang penuh dengan kegundulan

Hujan...Kuharap kau tak pernah jenuh untuk datang
walaupun sekedar singgah sebentar untuk mencipratkan air yang tak berlimpah
Hujan...berikanlah embun di rerumputan
basahilah ubun-ubunku yang penuh dengan kepenatan

masihkan ada hujan untukku
masihkah mendung membasahi pelupuk mataku
apapun itu aku tak tahu
yang jelas gerimis menyelubung dalam kegalauanku



No comments:

Post a Comment